Archive

Archive for May, 2009

Break Even Point

May 24th, 2009

Break Even Point dapat diterjemahkan sebagai titik impas. Dalam keseharian,  BEP dipakai untuk menggambarkan

modal yang dikeluarkan == keuntungan yang didapat

Modal bisa mencakup apa saja. Termasuk uang, tenaga, pikiran dan tentu saja waktu, hal yang paling berharga. Begitu pula keuntungan.

Memang, sebagian orang akan merasa rugi jika usaha yang dilakukannya hanya mencapai titik impas.  Untung yang akan dikejar. Dan hal itu wajar-wajar saja.

Good Old Days

Dalam tulisannya , Anif Punto Utomo menuliskan bahwa sindrom Good Old Days menjangkiti sebagian masyarakat Indonesia paska Orde Baru.  Tampaknya mereka masih menganggap bahwa Orde Baru lebih baik bagi kehidupan mereka ketimbang Orde reformasi. Bisa jadi mereka benar. Bisa jadi mereka salah.  Tergantung berangkat dari sudut pandang siapa dan apa.

Tetapi beberapa pekan yang lalu, Bang Nuim Khaiyat, penyiar radio Australia, memberikan sudut pandang berbeda. Sudut pandang yang meyakinkan saya bahwa klaim keberhasilan pembangunan Orde Baru tidak (belum ?) sebanding dengan modal investasi yang dikeluarkan bangsa ini via pemerintahan Orde Baru. Rasa-rasanya , saya ingin bertanya kepada pemuja Orde Baru tersebut, apakah pembangunan di masa Orde Baru sudah mencapai break even point ? Mungkin hanya orang-orang lingkar dalam Orde Baru yang akan menjawabnya YA..

yando kutipan

[Tips] Menghilangkan bau jengkol

May 24th, 2009

jengkol1Paling tidak ada 2 tips menghilangkan bau jengkol yang pernah saya dengar.

Pertama , disuruh makan pete atau jenis makanan berbau khas lainnya. Jadi bau jengkol akan tergantikan oleh aroma makanan pengganti tersebut.

Kedua, makan vitamin B kompleks.

Betul, vitamin dari IPI ( maaf sebut merek :p ). Tips ini saya dapat dari seorang  kawan. Sebut saja Pak Iwan. Tips tersebut , beliau lontarkan saat acara jamuan makan siang. Ada beberapa hadirin yang ternyata menyukai jamuan dengan menu jengkol. ( Aneh, memang rasanya seperti apa? kok sedap betul menyantapnya ?? ) . Entah tips itu berhasil atau tidak, belum ada laporan dari para penikmat jengkol tersebut. Tertarik ??

* vitaminnya boleh merek apa saja lah…

* gambar diambil dari : home-and-garden.webshots.com

yando Uncategorized

Senjata Makan Tuan

May 3rd, 2009

Istilah senjata makan tuan sering dipakai jika ada seseorang yang terkena kemalangan akibat sesuatu yang dimilikinya.  Kemalangan itu  bisa terjadi akibat keteledoran si tuan ataupun siasat dari lingkungan sekitar si tuan.

Dalam sejarah Indonesia, ada salah satu episode yang , menurut saya, dapat dilabeli senjata makan tuan. Anda tentu masih ingat perang Aceh yang baru berakhir tahun 1904 ? Kalau masih ingat, tentu anda sudah tidak asing lagi dengan Teuku ( Tengku ? ) Umar. Taktik senjata makan tuannya terbilang cemerlang untuk sejarah pergerakan masa itu. Maklum banyak sekali pejuang-pejuang kita yang ditelikung dari belakang maupun samping.

Entah  apa yang menginspirasi beliau dan pasukannya bergabung dengan kolonial Belanda saat itu. Singkat cerita, selama beberapa lama, Teuku Umar dan pasukannya mendapat pasokan logistik yang lumayan. Maklum, Belanda sangat senang karena “mendapat tambahan pasukan istimewa”.  Setelah merasa cukup, Teuku Umar dan pasukannya mendadak desersi dan melarikan seluruh logistik dan perangkat tempur yang sudah diterimanya .

Curang ? Sebel ? Bete? Itu mah mungkin jika anda kerja untuk Belanda saat itu. Memang Diponegoro tidak merasa dikibuli saat ditangkap di perundingan  Magelang ? Memang benar, perang adalah tipu daya. Mel Gibson saja nyengir saat milisi Amerika nekat berhadapan langsung dengan pasukan Inggris yang bak air bah di The Patriot .

Jaman sekarang, perang memang tidak selalu menggunakan senjata fisik. Adakalanya berupa seruan boikot ataupun “senjata-senjata yang lebih bersifat non-fisik” . Memang di Indonesia , sering ada seruan boikot terhadap produk dari negeri yang menyerang keharmonisan sang penyeru boikot. Memang tidak disebutkan secara detail produk apa saja yang perlu diboikot . Khawatir sebut merek malah jadi promosi nantinya :D . Akhirnya daftar produk-produk yang perlu diboikot disebar secara getok tular alias dari mulut ke telinga.

Sayangnya, ada beberapa orang yang menganggap bahwa seluruh produk dari negara-negara tersebut masuk ke daftar boikot. Sehingga mereka mengatakan, jangan pakai ponsel lah, jangan pake komputerlah, jangan pake Internetlah, jangan pakai segala hal yang berbau teknologi. Okelah, untuk yang berbau consumable atau konsumtif mereka memaklumi. Macam makanan-makanan sampah itu lah…

Tetapi, perlu diingat perang adalah tipu daya. Ya namanya “perang”, wajarlah memakai prinsip senjata makan tuan untuk membuat lawan keder

yando Uncategorized

Halal dan Melimpah

May 2nd, 2009

Kepenatan selama beberapa waktu ini dan dikejar-kejar target sertifikasi gardu induk ( saya kira dosen dan guru saja yang perlu disertifikasi :D * ), berkurang gara-gara ada seorang kenalan yang curhat .

Awalnya, kenalan saya ini sebut saja A, bertanya-tanya tentang persiapan nikah. Kebetulan beliau berencana menggenapkan separuh agamanya akhir tahun ini. Lha, saya aja belum menikah kok bisa-bisanya kasih saran atau ilmu tentang persiapan menikah. Walaupun tumpukan teori sudah sebagian dilalap :D

Berhubung saya sering blogwalking, ada satu tulisan menarik mengenai perjanjian pra-nikah di sini . Si A saya suruh membaca tulisan tersebut, paling tidak dia dapat memahami dari sisi pemikiran seorang perempuan lah.  Lama tidak terdengar kabarnya, beberapa waktu yang lalu si A menghubungi saya.

A : Kacau, bos…

Saya: Lah, kenapa ?

A: Calon istri , saya kasih dengar itu tulisan. Eh… kok malah ada peningkatan dari sisi materi ? Dulu minta halal dan banyak kok sekarang minta halal dan melimpah…

penasaran, saya segera baca tulisan tersebut. Memang betul sih ada embel-embel melimpah

Saya : Memang apa beda banyak dan melimpah ? Bukannya senada dan sama ?

A : Beda dunk boz, kalo halal mah pasti saya usahakan dengan keras. Kalo melimpah melebih banyak..  Ibaratnya melimpah == banyak + 10 :D

Saya : Paling juga cuma becandaan aja, calonmu…

A: Iya sih, lha wong dia orangnya juga bersahaja kok.. Mungkin dia menanting saya supaya tidak berpikir untuk poligami. Lha menyediakan kebutuhan yang halal dan melimpah untuk satu istri butuh kerja keras yang cerdas. Apalagi lebih..

Saya : Kamu ndak bermaksud menautkan pendapat itu ke saya kan ?

A : ( tertawa ) , ah ndak bos. Kita kan sepaham. Menghalalkan poligami tapi tidak memiliki niat sedikitpun untuk melaksanakannya :D . Macam HOS Cokroaminoto atau Agus Salim sajalah..

* sertifikasi gardu induk biasanya berumur 2 tahun. Lewat 2 tahun, harus diperbarui lagi dan diuji kembali.

yando harian

Gardu Induk Melambai

May 2nd, 2009

Saya pikir hanya perempuan saja yang punya istilah melambai. Ternyata gardu induk bisa mendapat label melambai. Biasanya gardu induk yang belum tersambung dengan gardu induk aktif lain atau belum tersambung dengan saluran transmisi tegangan tinggi. Jadi gardu induk tersebut belum aktif secara fungsi. Istilah lainnya adalah gardu induk tidur.

Salah satu penyebab gardu induk melambai atau tidur adalah belum siapnya saluran penghubung antar gardu induk tersebut. Bisa berupa saluran udara ( Over Head Line ) atau saluran kabel ( Underground Cable ).

Menulis tentang melambai , jadi teringat tulisan yang satu ini . Tidak ada hubungannya tapi kocak. :D

yando harian