Break Even Point
Break Even Point dapat diterjemahkan sebagai titik impas. Dalam keseharian, BEP dipakai untuk menggambarkan
modal yang dikeluarkan == keuntungan yang didapat
Modal bisa mencakup apa saja. Termasuk uang, tenaga, pikiran dan tentu saja waktu, hal yang paling berharga. Begitu pula keuntungan.
Memang, sebagian orang akan merasa rugi jika usaha yang dilakukannya hanya mencapai titik impas. Untung yang akan dikejar. Dan hal itu wajar-wajar saja.
Good Old Days
Dalam tulisannya , Anif Punto Utomo menuliskan bahwa sindrom Good Old Days menjangkiti sebagian masyarakat Indonesia paska Orde Baru. Tampaknya mereka masih menganggap bahwa Orde Baru lebih baik bagi kehidupan mereka ketimbang Orde reformasi. Bisa jadi mereka benar. Bisa jadi mereka salah. Tergantung berangkat dari sudut pandang siapa dan apa.
Tetapi beberapa pekan yang lalu, Bang Nuim Khaiyat, penyiar radio Australia, memberikan sudut pandang berbeda. Sudut pandang yang meyakinkan saya bahwa klaim keberhasilan pembangunan Orde Baru tidak (belum ?) sebanding dengan modal investasi yang dikeluarkan bangsa ini via pemerintahan Orde Baru. Rasa-rasanya , saya ingin bertanya kepada pemuja Orde Baru tersebut, apakah pembangunan di masa Orde Baru sudah mencapai break even point ? Mungkin hanya orang-orang lingkar dalam Orde Baru yang akan menjawabnya YA..
