Archive
[Tips] Menghilangkan bau jengkol
Paling tidak ada 2 tips menghilangkan bau jengkol yang pernah saya dengar.
Pertama , disuruh makan pete atau jenis makanan berbau khas lainnya. Jadi bau jengkol akan tergantikan oleh aroma makanan pengganti tersebut.
Kedua, makan vitamin B kompleks.
Betul, vitamin dari IPI ( maaf sebut merek :p ). Tips ini saya dapat dari seorangĀ kawan. Sebut saja Pak Iwan. Tips tersebut , beliau lontarkan saat acara jamuan makan siang. Ada beberapa hadirin yang ternyata menyukai jamuan dengan menu jengkol. ( Aneh, memang rasanya seperti apa? kok sedap betul menyantapnya ?? ) . Entah tips itu berhasil atau tidak, belum ada laporan dari para penikmat jengkol tersebut. Tertarik ??
* vitaminnya boleh merek apa saja lah…
* gambar diambil dari : home-and-garden.webshots.com
Senjata Makan Tuan
Istilah senjata makan tuan sering dipakai jika ada seseorang yang terkena kemalangan akibat sesuatu yang dimilikinya. Kemalangan itu bisa terjadi akibat keteledoran si tuan ataupun siasat dari lingkungan sekitar si tuan.
Dalam sejarah Indonesia, ada salah satu episode yang , menurut saya, dapat dilabeli senjata makan tuan. Anda tentu masih ingat perang Aceh yang baru berakhir tahun 1904 ? Kalau masih ingat, tentu anda sudah tidak asing lagi dengan Teuku ( Tengku ? ) Umar. Taktik senjata makan tuannya terbilang cemerlang untuk sejarah pergerakan masa itu. Maklum banyak sekali pejuang-pejuang kita yang ditelikung dari belakang maupun samping.
Entah apa yang menginspirasi beliau dan pasukannya bergabung dengan kolonial Belanda saat itu. Singkat cerita, selama beberapa lama, Teuku Umar dan pasukannya mendapat pasokan logistik yang lumayan. Maklum, Belanda sangat senang karena “mendapat tambahan pasukan istimewa”. Setelah merasa cukup, Teuku Umar dan pasukannya mendadak desersi dan melarikan seluruh logistik dan perangkat tempur yang sudah diterimanya .
Curang ? Sebel ? Bete? Itu mah mungkin jika anda kerja untuk Belanda saat itu. Memang Diponegoro tidak merasa dikibuli saat ditangkap di perundingan Magelang ? Memang benar, perang adalah tipu daya. Mel Gibson saja nyengir saat milisi Amerika nekat berhadapan langsung dengan pasukan Inggris yang bak air bah di The Patriot .
Jaman sekarang, perang memang tidak selalu menggunakan senjata fisik. Adakalanya berupa seruan boikot ataupun “senjata-senjata yang lebih bersifat non-fisik” . Memang di Indonesia , sering ada seruan boikot terhadap produk dari negeri yang menyerang keharmonisan sang penyeru boikot. Memang tidak disebutkan secara detail produk apa saja yang perlu diboikot . Khawatir sebut merek malah jadi promosi nantinya
. Akhirnya daftar produk-produk yang perlu diboikot disebar secara getok tular alias dari mulut ke telinga.
Sayangnya, ada beberapa orang yang menganggap bahwa seluruh produk dari negara-negara tersebut masuk ke daftar boikot. Sehingga mereka mengatakan, jangan pakai ponsel lah, jangan pake komputerlah, jangan pake Internetlah, jangan pakai segala hal yang berbau teknologi. Okelah, untuk yang berbau consumable atau konsumtif mereka memaklumi. Macam makanan-makanan sampah itu lah…
Tetapi, perlu diingat perang adalah tipu daya. Ya namanya “perang”, wajarlah memakai prinsip senjata makan tuan untuk membuat lawan keder.
Coklat Monggo
Pertengahan bulan lalu seorang kawan mendapatkan hibah berupa 3 buah Coklat dengan bungkusan yang cukup menarik perhatian. Berhubung beliau tergolong sebagai orang yang baik, maka dibagi – bagikanlah 1 dari 3 coklat tersebut kepada kawan – kawan yang ada disekitar.
Tangan bersih, tangan tak berdosa
Judul ini terinspirasi dari celetukan seorang supervisor pabrikan trafo beberapa waktu yang lalu. Kebetulan, saat itu kami sedang melakukan tes tembus tegangan pada oli trafo daya.